Surat Kasih untuk Seseorang yang Telah Melukis Kisah Begitu Indah


22 Agustus 2021.

Diketik oleh jari-jemari yang pernah kamu genggam begitu erat—dirapalkan oleh hati yang tak pernah berhenti menyebut namamu di kala sunyi—dan diaminkan oleh pengharapan paling ulung sembari mengalir begitu deras berbagai semoga agar bahagia tak pernah reda membersamaimu.

Surat ini akan dibuka oleh ucapan: Selamat ulang tahun.

Ya, selamat ulang tahun laki-laki yang menyapa dunia di penghujung Agustus ini. Kala dua puluh dua tahun silam isak tangis yang keluar dari seorang bayi laki-laki yang belum bisa apa-apa, kini telah menjadi seseorang yang bisa apa-apa. Menebar bahagia untuk orang tua, lingkungan pertemanan, hingga aku yang kamu bahagiakan berlipat ganda dengan menyuguhkan berbagai renjana yang diadili oleh kata cinta.

Tiada kasih yang paling indah selain dari kisah bagaimana dua orang yang berjuang untuk saling memberi sayang. Dijauhkannya berbagai sembilu agar realita tidak menertawakan betapa pahitnya sendirian saat dihantam habis-habisan oleh keadaan. Dan hari bahagiamu saat ini adalah kebahagiaan pula bagi orang-orang yang mencintaimu. Lekaslah mengukir senyum paling manis agar tiada lagi tangis yang merobek dan mengiris-iris hatimu di suatu hari nanti.

Namun, bila hari ini—esok hari—atau suatu saat nanti, kelopak matamu tak lagi sanggup menanggung air mata yang menggenang, ketahuilah akulah rumah pertama yang akan dengan rela membiarkanmu mengeluarkan berbagai duka dan tangisan. Jangan sungkan, siapapun tahu bahwa hidup itu keras, maka ketahuilah, aku akan jauh lebih keras menjadi seseorang yang rela menukar segalanya hanya untuk membuatmu bahagia.

Sekali lagi, selamat ulang tahun teruntuk sesosok laki-laki baik yang penuh dengan kasih sayang.

Bila saja bisa kusebut satu-persatu doa yang dilangitkan untukmu, rasanya satu malam, bahkan satu tahun pun tidak cukup. Sebab setiap detik adalah doa yang tidak pernah terlepas untuk segala kebaikanmu. Orang bilang, orang-orang baik akan dipertemukan kembali dengan orang baik. Aku tahu, betapa banyak kebaikan yang telah kamu beri, satu semoga: semoga di hadapan semesta aku pun adalah orang baik yang dimaksud dan pantas untuk bersanding bersamamu di hari-hari selanjutnya. Sampai tua. Sampai menutup usia.

Hari ini, boleh kamu rapal doa apa pun itu. Entah perihal masa depanmu, kesuksesanmu, pekerjaan selepas lulus kuliah nanti, atau mungkin hal-hal lainnya yang sama sekali tidak kuketahui. Tidak peduli jarak melipat kita dalam kerinduan, tanganku akan terus menengadah dan menjadi amin pertama untuk ribuan doa-doamu.

Sebenarnya masih ada begitu banyak kata yang harus terangkai—hanya saja bagiku, kasih sayangku tidak sekerdil itu: yang bisa ditakar melalui kata-kata. Semua ini hanya sebagian kecil dari betapa bahagianya aku bisa menemukan seseorang sepertimu di tengah-tengah lautan pilihan yang sering kali menyeretku dalam ruang kehancuran.

Sebelum ditutup, kutitip satu hal untukmu:
Semoga surat ini tidak pernah usang meski tidak tertulis mesra dalam kertas putih layaknya sebuah surat dibuat. Rawatlah dengan kasihmu, berilah makan dengan senyum manismu. Bagiku, itulah sebaik-baiknya kebahagiaan hari ini.

Semoga kamu suka. Semoga harimu selalu penuh cita dan cinta.
Katakhoi

Seorang perempuan yang berprofesi sebagai perawat ingatan bagi dirinya sendiri.

1 Comments

Post a Comment
Previous Post Next Post