Coba Untuk Dileraikan, Ini 7 Cara Anak Menghadapi Pertengkaran Orang Tua

Katakhoi.com | Tak hanya anak, yang namanya orang tua juga memiliki tingkat emosi yang sangat tinggi bilamana ada sesuatu yang memancing amarahnya. Hal ini dikarenakan orang tua juga merupakan manusia yang terkadang tidak bisa mengontrol dirinya saat suasana membawanya pada sebuah ruang yang bernama pertengkaran.


Tidak sedikit dari orang tua yang tidak memikirkan anak-anaknya saat mereka bertengkar satu sama lain memperdebatkan sesuatu yang padahal bisa dibicarakan secara baik-baik. Namun, semuanya tidak semudah itu. Karena apa yang dirasakan bisa berbanding terbalik dengan apa yang dikatakan.

Oleh karenanya, untuk kamu yang mungkin sekarang tengah merasa terpuruk karena kedua orang tua yang seringkali bertengkar di rumah sehingga membuat suasana rumah yang tadinya adem ayem, akan tetapi sekarang seolah sedang berada di dalam neraka. Tak udah khawatir, sebab beberapa cara di bawah ini bisa kamu coba untuk menghadapi pertengkaran orang tuamu.


Jangan salah, meskipun pernikahan orang tuamu sudah menginjak usia belasan tahun, akan tetapi yang namanya emosi tak jarang berada di luar kendali. Di mana artinya saat amarah sedang tinggi-tingginya tidak menutup kemungkinan seseorang untuk melakukan tindakan kekerasan sebagai bentuk pelampiasan kekesalan.


1. Datangi keduanya dalam waktu yang berbeda sembari cari tahu apa akar masalahnya


Selepas keduanya mereda, beri waktu mereka untuk berpikir satu sama lain. Barangkali mereka pun merasa menyesal sebab telah terpancing emosi sehingga tidak dapat mengontrol dirinya sendiri. Hal inilah yang biasanya dirasakan oleh orang tua saat bertengkar di depan anak-anaknya.

Dan tugasmu di sini adalah mencari akar masalah yang sebenarnya. Tanyakan kepada mereka berdua dalam waktu yang berbeda. Tindakan ini bukan hanya sekadar mengetahui apa alasan yang mendasari mereka bertengkar, akan tetapi sebagai anak kamu juga bisa membantu menghindarkan mereka dari pertengkaran yang mungkin akan terjadi lagi di lain waktu.

2. Hindari menyela omongan mereka saat keduanya sedang bertengkar hebat


Biasanya saat dua orang sedang dipenuhi emosi dan amarah yang besar, maka mereka akan sulit untuk berpikir positif dan mengambil keputusan yang baik. Maka dari itu, meskipun sebagai anak kamu tidak tahan melihat mereka bertengkar, akan tetapi jangan sekali-kali menyela omongan mereka.

Sebab yang ada nantinya kamu justru kena imbasnya juga. Entah itu dimarahin atau sesuatu yang lebih buruk daripada itu. Karena itulah biarkan mereka menyelesaikan masalahnya meskipun dengan cara bertengkar. Semoga selepas pertengkaran itu terjadi, pada akhirnya ditutup dengan permintaan maaf satu sama lain sebagai tanda bahwa cinta kasih masih mereka junjung sampai kapan pun.

3. Jangan kebawa suasana dengan turut serta emosi melihat orang tua sedang bertengkar


Ya, rasanya memang nggak enak melihat orang tua bertengkar. Karena siapa juga anak yang suka melihat orang tuanya bertengkar? Pasti tidak ada bukan? Termasuk kamu. Namun, meskipun begitu kendalikan pikiran dan perasaanmu. Jangan sampai kamu pun terbawa suasana sehingga memarahi keduanya.

Di sisi lain, mungkin hal itu bisa meleraikan keduanya dalam waktu sekejap. Akan tetapi selepas itu kemungkinan besar akan terjadi suasana yang lebih buruk sebab tidak tuntasnya pertengkaran yang seharusnya diakhiri dengan saling memaafkan. Sebagai seorang anak, merupakan tanggung jawab sangat besar untukmu mengembalikan keduanya dalam suasana yang manis dan harmonis.

Baca juga5 Kesalahan Terbesar Orang Tua Saat Mendidik Anak

4. Hindari memihak salah satunya, sebab keduanya adalah orang tuamu juga


Entah kasih sayangmu lebih besar kepada ibu ataupun ayah, jika dalam keadaan mereka bertengkar, usahakan untuk tidak menunjukkan sikap bahwa kamu sedang memihak salah satu diantara mereka. Sebab apa? Sebab hal itu hanya akan menyakiti salah satu pihak yang merasa tidak diberi dukungan oleh anaknya sendiri.

Ketahuilah, ini merupakan tindakan yang amat keliru. Alih-alih meleraikan keduanya, justru malah memperkeruh keadaan untuk semakin buruk lagi. Bagaimana tidak, keduanya merupakan orang tua yang dengan tulus memberimu kasih sayang. Namun, pada saat pertengkaran terjadi, bayangkan betapa sakitnya hati mereka jika kamu lebih memihak kepada salah satu diantara mereka.

5. Pantau mereka secara diam-diam, lalu lakukan tindakan bilamana terjadi tindak kekerasan 


Jangan salah, meskipun pernikahan orang tuamu sudah menginjak usia belasan tahun, akan tetapi yang namanya emosi tak jarang berada di luar kendali. Di mana artinya saat amarah sedang tinggi-tingginya tidak menutup kemungkinan seseorang untuk melakukan tindakan kekerasan sebagai bentuk pelampiasan kekesalan.

Inilah yang paling ditakutkan saat terjadi pertengkaran orang tua. Oleh karena itu, saat mereka bertengkar karena suatu hal, kamu hanya cukup memantau dan menyimak apa obrolan yang mereka jalin. Jika menunjukkan tanda-tanda terjadinya kekerasan fisik, segeralah lakukan tindakan untuk melerainya detik itu juga. 

6. Ajak sanak keluarga untuk berkunjung ke rumah agar setidaknya pertengkaran mereka berhenti di waktu itu


Jika waktu bertengkar tak kunjung berhenti juga meski sudah menginjak waktu berjam-jam, cobalah kamu hubungi sanak keluarga besar untuk datang ke rumahmu. Hubungi mereka secara diam-diam, jangan sampai orang tuamu mengetahuinya.

Sebab, orang tua pasti mikir sendiri jikalau ada sanak keluarga besar datang berkunjung ke rumah. Setidaknya mereka akan malu dan menghentikan pertengkarannya saat itu juga, sebelum pada akhirnya mengembalikan suasana seolah tidak terjadi apa-apa dan baik-baik saja.

7. Jangan sekali-kali meninggalkan mereka saat terjadi pertengkaran hebat


Sekesal apa pun kamu sebagai anak yang bosan mendengar pertengkaran orang tuamu, jangan sekali-kali untuk meninggalkan mereka. Karena yang namanya manusia tidak bisa menjamin keadaan akan kembali baik-baik saja, termasuk kedua orang tuamu. Masih untung jika mereka mampu berpikir jernih saat pertengkaran menghampiri, namun jika malah sebaliknya, bayangkan apa yang akan terjadi!

Mereka membutuhkan peran fungsi seorang anak yang mampu meluluhkan salah satu atau keduanya untuk meredam kuatnya emosi yang memenuhi isi hati dan kepala. Sebab itulah sangat pantang bagimu untuk meninggalkan mereka saat pertengkaran sedang ada di waktu paling buruk.

Meskipun sebagai anak kamu membutuhkan bimbingan dan kasih sayang penuh, akan tetapi orang tua juga membutuhkan peran fungsimu sewaktu-waktu untuk melerai pertengkaran mereka. Karena siapa juga orang tua yang mau bertengkar satu sama lain. Sebab keadaanlah yang menyeret keduanya untuk bertengkar saat itu.

Demikianlah sederet penjelasan mengenai beberapa cara menghadapi pertengkaran orang tua yang sulit untuk dileraikan. Kamu bisa mencoba salah satu atau seluruh cara di atas sebagai solusi terbaik bilamana suatu hari nanti terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dari kedua orang tuamu.

Katakhoi

Seorang perempuan yang berprofesi sebagai perawat ingatan bagi dirinya sendiri.

Post a Comment (0)
Previous Post Next Post