Berbahaya, Ini 7 Tanda Tak Terbantahkan Bahwa Kamu Sedang Menyakiti Dirimu Sendiri Secara Perlahan

Mengenali diri sendiri merupakan proses seumur hidup. Kamu akan kewalahan saat berusaha menghargai dan mencintai diri sendiri di tengah-tengah keadaan yang kamu sendiri pun belum mengenali seperti apa dirimu yang sebenarnya. Terkadang memang benar, mengenali seluk-beluk orang lain jauh lebih mudah daripada mengenali jati diri sendiri.


Karena hal itulah tidak banyak orang yang menyadari bahwa apa yang dilakukannya ternyata menyakiti dirinya sendiri. Kurangnya kesadaran itu tidak jarang membuat dirinya justru menyalahkan keadaan ataupun orang-orang di sekitarnya. Padahal jika ditelisik lebih dalam, hal tersebut terjadi karena ia tidak mampu mencintai dirinya sendiri dengan cara terbaiknya.

Lambat laun; secara perlahan, apa yang dilakukannya akan semakin menyakiti dirinya sendiri. Seperti penjelasan di bawah ini yang akan membawamu pada ruang yang membahayakan, di mana kamu ternyata sedang menyakiti dirimu sendiri secara perlahan.


Terkadang memang benar, mengenali seluk-beluk orang lain jauh lebih mudah daripada mengenali jati diri sendiri.


1. Terlalu sering memprioritaskan orang lain hingga melupakan diri sendiri

Jika saat ini dan beberapa waktu ke belakang, kamu lebih sering memprioritaskan orang lain daripada dirimu sendiri, lalu siapa yang akan memprioritaskan dirimu? Siapa orang pertama yang akan menjamin kebahagiaanmu? Siapa support system terbaik dalam hidupmu jika bukan dirimu sendiri.

Banyak orang yang mengira bahwa memprioritaskan orang lain jauh lebih mulia daripada memprioritaskan diri sendiri. Tanpa mereka sadari, hal tersebut justru sedang membawanya pada titik terbawah keadaan dalam hidup ini. Untuk apa mementingkan orang lain jika kepentinganmu sendiri belum diselesaikan? Ketahuilah, kamu tidak sama sekali menjadi hebat saat menyakiti dirimu sendiri demi membahagiakan orang lain.

2. Bekerja terlalu keras hingga lupa kapasitas diri sendiri

Setiap manusia memiliki jatah untuk berada di titik lemah dalam hidupnya. Saat kamu memaksa dirimu sendiri untuk bekerja sangat keras demi mencapai target yang kamu inginkan, saat iu juga kamu sedang menyeret dirimu sendiri untuk terkapar dan tertampar oleh keadaan.

Bekerja terlalu keras tidak menjamin membuatmu berhasil mendapatkan apa yang kamu inginkan dalam waktu dekat. Kenali dirimu sendiri, sesuaikan setiap perjuangan yang kamu lakukan dengan kapasitas dirimu yang sebenarnya.

3. Memaksakan sesuatu yang justru membuat hatimu tersakiti

Hal ini sering kali dilakukan oleh mereka yang lebih memilih menjadi orang "Nggak enakan" terhadap orang lain daripada memikirkan perasaannya sendiri. Padahal di satu sisi ia sangar terluka, akan tetapi di sisi lain malah menyetujui sesuatu yang pada akhirnya membuatnya menyesal mengapa harus melakukannya.

Hari ini mungkin saja kamu belum menyadarinya. Namun, di suatu hari ini kamu akan tersadar bahwa tidak ada yang lebih baik saat kamu memperhatikan dirimu sendiri sebelum pada akhirnya membuat orang lain bahagia dengan caramu sendiri.

4. Membiarkan orang lain berlaku seenaknya terhadap dirimu

Sedikit apa pun harta yang kamu miliki, serendah apa pun jabatan yang kamu emban, bukan berarti kamu tidak memiliki hak untuk melawan orang-orang yang berlaku seenaknya terhadap dirimu. Selagi kamu mampu untuk melawannya dengan cara terbaikmu, maka lakukanlah.

Hal ini bukan bermaksud untuk menjadikanmu sebagai orang pendendam, melainkan jika saat ini kamu membiarkan dirimu sendiri diperlakukan seenaknya oleh orang lain, lalu siapa lagi yang akan membela dirimu? Siapa yang akan memperjuangkan hak-mu sebagai manusia yang pantas diperlakukan sama tanpa memandang kasta? Tidak pernah ada selain dirimu sendiri yang harus melakukannya.

5. Tidak pernah memberi support kepada diri sendiri

Kekuatan terbesar dalam hidupmu adalah dirimu sendiri. Jika kamu tidak menghidupkan rasa semangat dalam dirimu, sekuat apa pun orang lain memberi support kepadamu, kecil kemungkinan semua itu akan berhasil.

Ingat, untuk menghadapi kerasnya rintangan hidup ini, kamu butuh dirimu sendiri untuk bisa melewatinya. Suatu saat nanti kamu akan menyadari bahwa semuanya tidak lagi berarti selain dari dirimu sendiri.

6. Menyalahkan dirimu sendiri saat kenyataan tidak sesuai dengan apa yang kamu inginkan

Sudah ditampar habis-habisan oleh kenyataan, ditambah lagi dengan menyalahkan diri sendiri mati-matian. Jangan heran jika kamu berlarut-larut dalam keadaan terpuruk di hidupmu.

Bagaimana tidak, yang seharusnya menjadi kekuatan terbesar dalam hidupmu justru malah semakin menambah beban dengan cara menjalankan diri sendiri. Jika hal ini terus kamu lakukan, jangan harap bisa membentuk mental yang kuat dalam dirimu suatu saat nanti.

7. Jarang memberi hadiah kepada diri sendiri atas segala perjuangan yang sudah dilakukan

Sesekali, cobalah merayakan perjuangan yang sudah kamu lakukan. Terlepas dari berhasil atau tidak, yang penting kamu sudah berani untuk mencobanya. Beri hadiah dirimu sendiri untuk membangun cinta dari diri sendiri untuk diri sendiri.

Sebegitu pentingnya memberi hadiah kepada diri sendiri agar kamu tahu betapa berharganya dirimu. Tidak perlu mewah, kamu hanya cukup berterima kasih dan memberi ruang kepada diri sendiri untuk menikmati indahnya kehidupan ini dengan melepaskan berbagai beban dan kepenatan dalam diri.

Jangan sampai dirimu kehilangan arah dan membiarkan diri sendiri jatuh tanpa adanya kekuatan dalam diri. Orang lain tidak akan membantumu selain dirimu sendiri. Jangan pernah lupa, bahwa semuanya adalah tergantung pada bagaimana kamu menghargai dan mencintai dirimu sendiri.





Katakhoi

Seorang perempuan yang berprofesi sebagai perawat ingatan bagi dirinya sendiri.

3 Comments

  1. Mantap gan ini sangat bermampaat sekali

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga semakin peduli dan mencintai diri sendiri ya, kak.

      Delete
  2. Wah ini saya banget. Harus mulai membahagiakan diri sendiri dulu

    ReplyDelete
Post a Comment
Previous Post Next Post