5 Kesalahan Terbesar Orang Tua Saat Mendidik Anak

Katakhoi.com | Setiap orang tua memang memiliki caranya masing-masing untuk mendidik anak-anaknya. Entah itu dengan cara keras ataupun dengan cara yang halus. Sebagaimana tempat pulang terbaik bagi anak-anaknya, semua orang tua pasti selalu menginginkan dan mempersiapkan apa saja agar anak-anaknya merasa bahagia.


Namun, tahukah para orang tua bahwasannya ada beberapa hal yang ternyata keliru dalam mendidik anak-anaknya. Sayangnya, kekeliruan dan kesalahan ini justru dianggap wajar oleh para orang tua untuk membentuk karakter bagi anaknya.

Padahal, di sisi lain tanpa sepengetahuan mereka, bisa jadi anak-anak tengah merasakan pergulatan batin yang sangat hebat karena cara didikan para orang tuanya yang salah, tetapi menganggap bahwa dirinya yang paling benar dan merasa yang paling tahu atas anak-anaknya.

Di satu sisi, bagi para orang tua mungkin merasa hal tersebut tidak ada salahnya sama sekali. Namun, jika hal itu terus-menerus dibiarkan, maka psikologis anak semakin lama akan semakin terganggu dan mudah rapuh. Dan beberapa kesalahan terbesar saat mendidik anak yang dilakukan oleh kebanyakan orang tua akan dijelaskan dengan jelas di bawah ini.


Saat anak terlihat salah di mata orang tua, pernahkah orang tua berpikir bahwa mereka juga terlihat salah di mata anak-anaknya?


1. Membanding-bandingkan anak dengan orang lain

Dengan cara halus ataupun kasar, membanding-bandingkan anak tidak pernah ada yang tidak menimbulkan rasa sakit. Ketahuilah, 90 persen psikologis akan semakin menciut saat orang tuanya justru membangga-banggakan anak orang lain di hadapan anaknya sendiri.

Bagaimana tidak, di posisi seperti itu kecil kemungkinan bagi anak bisa berpikir bahwa hal tersebut merupakan dorongan dari orang tuanya agar dirinya menjadi pribadi yang lebih baik. Justru, apa yang dipikirkannya akan berbanding terbalik dari itu semua. Anak akan merasa bahwa dirinya tidak diinginkan dan tidak diharapkan ada kebradaannya.

2. Menyalahkan anak saat melakukan kesalahan

Seharusnya para orang tua selalu mengingat pepatah lama ini, "Tidak ada anak yang sempurna". Dengan begitulah, akan sangat minim bagi mereka menyalahkan anak-anaknya saat melakukan kesalahan sebesar apa pun itu.

Saat anak terlihat salah di mata orang tua, pernahkah orang tua berpikir bahwa mereka juga terlihat salah di mata anak-anaknya? Bukankah seharusnya cinta mampu meredam emosi untuk menyalahkan dan menyudutkan? Lalu, sebenarnya anak seperti apa yang para orang tua inginkan? Jika saat anak melakukan sedikit kesalahan, mereka langsung menyalahkan. Parahnya lagi tidak menyertakan apa alasannya.

Baca juga: 6 Bahaya Jika Terlalu Sering Membentak Anak Saat Melakukan Kesalahan

3. Membuat aturan terlalu banyak yang membuat anak susah bergerak

Apalah arti pemikiran dan emosional seorang anak jika mereka hidup di bawah aturan orang tuanya yang justru membuatnya susah untuk bergerak dan mengambil keputusan dalam hidupnya. Bukankah tujuan orang tua mendidik anak itu untuk membentuk karakternya? Lalu, mengapa mengapa mereka tidak diberi pilihan untuk memilih sendiri jalan hidupnya?

Peran orang tua memang sangat krusial dan fundamental bagi anak-anaknya. Namun, bukan berarti anak harus selalu tunduk terhadap aturan orang tua yang malah mematikan rasa sosialisasi anak karena tidak diizinkan untuk memperluas relasi atau contoh kasus lainnya yang mengarah pada pembatasan aturan orang tua yang terlalu banyak bagi anak-anaknya.

4. Kebanyakan orang tua hanya ingin dituruti saja tanpa memahami kondisi anaknya

Pernahkah para orang tua menanyakan dan berkomunikasi langsung secara dua arah bersama anaknya, lalu bertanya dengan sungguh-sungguh, "Apa yang kamu inginkan, Nak? Apa yang membuatmu merasa tidak nyaman berada di rumah?"

Jangan lupa, orang tua yang baik bukanlah mereka yang menutup telinga bagi anak-anaknya dengan alasan anak harus menuruti apa yang mereka perintahkan. Melainkan, orang tua yang mampu membuka dada selebar-lebarnya untuk setiap rasa suka maupun duka bagi anaknya. Tidak peduli seberapa besar beban yang dirasakan, orang tua seharusnya tetap menjadi cinta terbaik yang akan menyembuhkan seluruh luka yang dirasakan oleh anak-anaknya.

5. Membuat larangan terhadap anak tanpa memberi tahu alasannya

Kesalahan terbesar orang tua saat mendidik anak selanjutnya adalah dengan melarang anaknya untuk melakukan sesuatu yang dianggapnya salah tanpa dibarengi dengan sebuah alasan kuat agar anak mengerti mengapa dirinya tidak boleh melakukan hal tersebut.

Sayangnya, para orang tua justru hanya memilih untuk melarang anak-anaknya saja tanpa penjelasan sedikit pun. Di posisi seperti itulah anak justru merasa penasaran dengan apa yang dilarangnya. Alih-alih menuruti perintah orang tuanya, bisa jadi mereka malah melakukannya karena digentayangi rasa penasaran yang terlalu tinggi.


Demikianlah beberapa kesalahan terbesar orang tua saat mendidik anaknya. Hingga saat ini mungkin masih sangat banyak orang tua yang menganggap bahwa hal tersebut tidak bermasalah bagi anaknya. Padahal di belakang mereka, anak bisa saja merasakan psikologis yang sangat terganggu karena merasa tidak adanya tempat untuk dirinya pulang, sebab orang tuanya tak lagi paham apa yang tengah dirasakannya.


Katakhoi

Seorang perempuan yang berprofesi sebagai perawat ingatan bagi dirinya sendiri.

Post a Comment (0)
Previous Post Next Post